BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Kaisar meizi pindah dari kyoto ke tokyo sebagai ibukota baru Jepang setelah jatuhnya Tokugawa. Karena kaisar masih berumur 15 tahun, kekuasaan yang sebenarnya dipemerinthan berpindah dari tokugaa bakufu kepada sekelompok kecil aristokrat dan samurai. Mereka inilah yang resmi bertindak menjadi semacam dewan penasehat kaisar.

      Tanggal 3 Januari 1868 terjadi suatu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah bangsa jepang yaitu ketika dikyoto sejumlah samurai melakukan semacam ’kudeta’ terhadap kekuasaan shogun dari keluarga (clan) tokugawa yang telah memerintah jepang selama lebih dari dua setengah abad. Peristiwa penting ini ditandai oleh terjadinya perubahan dalam sisitem dan bentuk kekuasaan yang mememrintah di Jepang yang selama ini dipegang oleh shogun sebagai penguasa tunggal pemerintah.

      Sebagai kelanjutan dari peristiwa kudeta tersebut, selain mengembalikan kekuasaan kaisar juga diikuti oleh berbagai kebijakan-kebijakan yang merugikan dan masuknya budaya,ilmu pengetauan,pendidikan, dan teknologi asing khususnya barat yang menghilangkan jati diri dari jepang itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas tersebut  munculah permasalahan dan kelompok kami merumuskan permasalahan tersebut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang akan diuraikan dalam makalah.

1.   Bagaimana Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Restorasi Meiji ?

  1. Bagaimana Proses Terjadinya Peristiwa Restorasi Meij ?
  2. Bagaimana  Dampak dari Peristiwa Restorasi Meiji ?

 

D.Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan makalah ini yaitu:

  1. Untuk mengetahui tentang Bagaimana latar belakang terjadinya peristiwa restorasi meiji
  2. Untuk mengetahui bagaimana proses peristiwa restorasi meiji
  3. Untuk mengetahui bagaimana dampak dari peristiwa restorasi meiji

 

E. Sistematika penulisan

Penulisan makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Bab satu, Pendahuluan yang memuat Latar belakang masalah, masalah prosedur pemecahan masalah dan sistematika penulisan.

Bab dua, Menampilkan tentang isi yang berkaitan dengan peristiwa restorasi meiji.

Bab Tiga, Kesimpulan dan saran, merupakan simpulan dan juga saran-saran dari uraian tentang isi  yang ada pada bab II,disertai pandangan penulis.

 

 

 

 

BAB II

RESTORASI  MEIJI

 

 

2.1. Latar Belakang Restorasi Meiji

 

Sebelum tahun 1867, maka Tenno (Kaisar) tidak memegang pemerintahan sendiri. Ia hanya sebagai simbol Negara yang tinggal  dalam istananya diKyoto. Pemerintahan Negara diserahkan kepada seorang Shogun yang menetukan segala-galanya dan merupakan kekuasaan tertinggi di Jepang. Tiap daerah diperintah oleh seorang Daimyo (tuan tanah) yang memiliki tentara sendiri. Tentara sendiri ini merupakan kaum militer yang disebut kaum Samurai (pemerintahan perkemahan militer). Pemerintahan semacam ini disebut pemerintahan Bakufu yang berkuasa di Jepang mulai tahun 1186 – 1867.

Sebelum Restorasi Meiji berkuasa penuh atas Jepang, pemerintahan Bakufu (Shogun) terutama zaman Shogun Tokugawa, Jepang dalam hal ini menerapkan politik Isolasi (Sakoku). Pemerintahan Shogun Tokugawa mulai berkuasa di Jepang pada abad ke 16, dimana ketika itu terjadi perang saudara antar para samurai dan penguasa-penguasa daerah bertempur satu sama lain untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi ditangannya masing-masing. Perang itu reda tahun 1590 berkat jasa Hideyoshi Toyotomi, kemudian usaha diperkuat kembali oleh Ieyasu Tokugawa.Tokugawa kemudian berhasil memperkuat  dirinya sehingga ia muncul sebagai penguasa tunggal untuk seluruh kepulauan Jepang  dan mengambil alih kekuasaan pada tahun 1603. Pemerintahannya terletak di wilayah Edo (sekarangTokyo). Kebijakan yang dilakukannya diantaranya menutup Jepang bagi dunia luar pada tahun 1639, yang bertujuan untuk melestarikan persatuan nasional dan nilai-nilai budaya asli Jepang. Ini artinya Jepang menolak masuknya bangsa-bangsa asing kewilayahnya. Sebenarnya pada masa sebelumnya orang-orang Barat sudah masuk ke pantai Jepang yakni saudagar portugis pada tahun 1543 yang memperkenlkan senjata api. Beberapa tahun kemudian datang misionaris dari Ordo Yesuit pimpinan Fransiscus Xaverius dan serombongan orang Spanyol.Parasaudagar Belanda dan Inggris juga dating ke Jepang. Masuknya orang-orang Eropa membawa pengaruh mendalam yaitu para misionaris berhasil menarik pengikut baru.Pemerintahan Shogun sadar akan ancaman bangsa asing, maka oleh karena itu agama Kristen dilarang di Jepang. Para misionaris dilarang masuk dan bangsa asing terutama Belanda dan Cina hanya dibatasi ruang geraknya di pulau Deshima, dekat Nagasaki.

Selama dua setengah abad, pulau Deshima menjadi titik kontak hubungan Jepang dengan peradaban dari Eropa. Melalui pintu inilah para sarjana Jepang menimba ilmu pengetahuan dan sekaligus berkenalan dengan teknologi yang lebih maju.Selama zaman itu, Jepang mengalami perkembangan yang mengarah kepada sikap kebanggaan diri sempit. Berkembangnya kapitalisme akibat timbulnya Revolusi Industri menyebabkan bangsa Barat ke luar wilayahnya untuk mencari sumber bahan baku dan daerah pemasaran bagi industrinya. Hal ini kemudian menyebabkan bangsa asing membuka hubungan dengan Jepang.

Bangsa asing yang mencoba membuka hubungan dengan Jepang ialah Rusia. Pada tahun 1792  Rusia mengirim utusannya bernama Adam Laxmann, tapi utusan Rusia tersebut diusir oleh penguasa Jepang. Kemudian pada tahun 1853 Commodor Perry memasuki pelabuhan Uraga dengan kapal-kapal perangnya, ia membawa surat dari Presiden Amerika Serikat yang berisi permohonan membauka hubungan dengan Jepang. Tapi Shogun minta diberi waktu untuk merundingkannya dengan Kaisar dan para Daimyo. Sebenarnya dalam hal ini timbul perselisihan di Istana dan Daimyo antara yang pro maupun kontra dengan pembukaan hubungan dagang dengan Amerika Serikat. Kemudian Commodor Perry datang kembali pada tahun 1854 dengan tujuh buah kapal perang, Shogun kemudian tidak dapat menolak dan lahirlah hubungan dengan pihak Amerika Serikat dengan adanya perjanjian Shimoda (30 Maret 1854), yang berisi pembukaaan pelabuhan Shimoda dan Hakadote untuk asing yang tujuannya sebagai tempat persedian bahan bakar, makanan dan air. Pada tahun 1858 diadakan perjanjian persahabatan dagang dan persahabatan dengan Amerika Serikat (Townsend Harris Agrement), yang isinya pembukaan pelabuhan lain seperti Yokohama, Nagasaki, Kobe, Tokyo, Niigata, Osaka, Kanagawa, Hyogo, diakui pula hak menetap warganegara  Ameika, penempatan duta dan konsul, hak ekstrateritorial untuk warga Amerika. Kemudian dibuka pula perjanjian serupa dengan Rusia, Belanda, Perancis, Inggris. Tenno (Kaisar) dalam hal ini tidak menandatangani perjanjian tersebut, sehingga hanya Shogun yang menandatangani sendiri dengan diwakilkan pada Menteri Li Naosuke. Ini kemudian oleh para Daimyo pro Tenno dan golongan anti Shogun sebagai tindakan penghinaaan untuk Tenno.

Pembukaaan hubungan dengan bangsa lain mengakibatkan beberpa hal, diantaranya :

Meluapnya perasaan anti Shogun karena Shogun dianggap menjual tanah airnya kepada bangsa asing.

Ekonomi Jepang kacau karena ekspor yang berlebihan ke Negara lain sehingga menyebabkan harga barang di dalam negeri naik dan langka. Hal lainnya ialah Orang asing ke Jepang membawa mata uang perak untuk membeli mata uang emas sehingga emas mengalir keluar Jepang.

Pemberontakan Satsuma dan Chosu (1863).

Dua keluarga ini sangat anti pada Shogun. Tindakan Shogun yang membuka hubungan dengan bangsa asing dianggap sebagai penghinaaan, sehingga mereka membunuh orang-orang asing dan menyerang angkatan laut Amerika Serikat  dipelabuhanShimonoseki.

Memperkuat gerakan pro Tenno. Tenno yang menolak menandatangani        perjanjian dianggap sebagai orang kuat, maka golongan pro Tenno beranggapan Shogun harus mengembalikan kekuasaaan kepada Tenno.

Runtuhnya kekuasaan Shogun Tokugawa ( pengembalian kekuasaan kepada Tenno 14 Desember 1867). Pada tahun 1867 waktu keadaan  Tenno dan Shogun menjadi tegang, bangsa asing hendak ikut campur. Tetapi baik Tenno maupun Shogun menolaknya. Tanggal 19 Nopember 1867 Yoshinobu (Shogun) menyerahkankekuasaan kepada Tenno dan tanggal 14 Desember 1867 Meiji Tenno memegang tampuk pemerintahan Jepang dan membuka zaman baru yang gilang gemilang dengan Jepang.

 

2.2. Gerakan Pembaharuan Restorasi Meiji

Meizi Tenno (mutsuhito 1867-1912) Memindahkan ibukotadariKyotokeTokyo(1868). Berdasarkan shintoisme diciptakannya bendera kebangsaan jepang (Hinomaru) yang berdasarkan atas ameterasu sebagai dewa matahai dan lagu kebangsaan kimigayo berdasarkan atas keabadian tenno sebagai dewa. Shintoisme diresmikan sebagai agama negara. Ini semua untuk menjamin kekokohan kebangsaan jepang yang akan dijadikan dasar modernisasi Jepang yang nanti akan dijalankan. Setelah itu Meiji Tenno mengeluarkan proklamasinya yang terkenal pada tanggal 6 April 1868 yang isinya adalah :

  1. akan dibentuk parlemen.
  2. harus bersatu untk mencapai kesejahteraan bangsa.
  3. semua jabatan terbuka untuk semua orang.
  4. adat istiadat kolot yang menghalang-halangi kemajuan harus dihapuskan.
  5. mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk pembangunan negara.

Dengan ini maka restorasi meizi besar sekali artinya bagi Jepang.

 

2.2.1 Pembangunan Besar-besaran Secara Modern

A Pemerintahan.

Tenno menjadi kepala negara. Feodalisme dihapuskan. Daimyo dijadikan pegawai negeri dan tanah yang mereka kuasainya diserahkan kepada Tenno. Pemerintahan diatur secara barat dengan kabinet parlemen.

B. Angkatan perang

Angkatan perang dibangun secara modern, angkatan darat (dipegang oleh keluarga Choshu) sesuai dengan metode negara Jerman dan angkatan laut (dipegang oleh keluarga Satsuma) sesuai dengan negara Inggris. Tiap warga negara yang berumur 20 tahun harus mengikuti latihan militer dan setelah itu untuk praktek dikirim beberapa lama ketempat perbatasan; yang berbahaya. Kementrian pertahanan tidak bertanggung jawab kepada parlemen tetapi kepada Tenno. Dengan ini kementrian pertahanan sangat kuat kedudukannya dan akhirnya menjelma menjadi Gunbatsu (pemerintah diktator Militer). Tidak ada seorang pun yang berani mementang Gunbatsu. Separoh dari anggaran belanja negara diambl oleh Gunbatsu untuk memperkuat angkatan perang Jepang. Negara jepang akhirnya merupakan suatu benteng tentara yang besar dan kuat.

C. Industri

Mula-mula Jepang bekerja keras untuk menambah produksi teh dan suteranya yang sangat laku diluarnegri, untuk mendapatkan devisa diluar negeri yang cukup banyak untuk dapat membeli mesin-mesin modern yang dibutuhkan bagi modernisasi perusahaan teh, sutera, pertanian dan Industri. Mesin-mesin di impor sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya dari Inggris. Ahli-ahli teknik didatangkan dari luarnegri kkhususnya Inggris untuk mendirikan pabrik-pabrik. Industri tekstil berkembang dengan hebat dan kemudian Jepang timbul sebagai saingan yang berat bagi Inggris dalam pasar tekstil diAsia. Dengan pesat Industri Jepang maju. Jepang menjadi negara modern yang mengagumkan dunia.

D. Pendidikan.

Restorasi Meiji menimbulkan pendidikan baru secara barat. Kewajiban belajar utnuk anak berumur 6 tahun, diharuskan bagi semua penduduk. Untuk tiap 600 penduduk diadakan 1 sekolah rendah. Negara dibagi menjadi 8 daerah pendidikan, tiap daerah itu diberi  32 buah buah sekolah menengah dan 1 buah universitas.

Banyak pelajar-pelajar yang dikirim keluar negri  untuk menyempurnakan ilmu pengetahuannya tentang peradaban barat. Sekembalinya di Jepang mereka terus ditugaskanm dalam pembangunan dan modernisasi negara. Dalam waktu kurang lebih 50 tahun jepang telah menjadi negara modern.

 

 

2.3 Dampak Restorasi Meiji

Jepang telah menjadi negara kuat dan modern, karena itu ingin bertindak  seperti negara-negara besar lainnya (Inggris, USA, Perancis, Jerman, Rusia). Dinegara tetangga Jepang yaitu Tiongkok, mereka berebut-rebutan jajahan. Jepang sebagai negara besar juga segera mengikuit jejak negara-negara besar lainnya. Jepang menjadi Imperialistis.

Sebab-sebab jepang menjadi imperialis :

– Kemajuan jepang mengakibatkan berlipat gandanya jumlah penduduk. Penduduk Jepang jadi padat hingga Jepang jadi negara minus. Jepang ingn mendapatkan jajahan

restriksi (pembatasan) imigrasi bangsa Jepang yang dijalankan oleh negra-negara lainnya menimbulkan reaksi jepang berupa Imperialisme.

– Industri besar-besaran di Jepang membutuhkan sumber bahan mentah dan pasar barang Industri yang luas.

– Harga diri sebagai negara besar yang ingin bertindak sebagai negara-negara besar  lainnya, ditambah dengan pelajaran Shinto tentang Hakko-ichi-u (dunia sebagai satu keluarga)yang mengatakan bahawa Jepang harus menyusun dunia ini sebagai suatu kekeluargaan yang besar yang tentunya Jepang sebagai kepala keluarga.

Ekspansi Jepang sebagai Negara Imperialis

            Jepang ingin meluaskan daerahnya untuk memenuhi tuntutan imperialismenya dengan melakukan tindakan-tindakan seperti :

Pertama Korea yang subur dan kaya akan pertambangan.Kedua letak korea juga dekat dengan Jepang merupakan pintu gerbang ke Mancuria kemudian Mancuria yang luas, subur dan kaya akan besi yang sangat dibutuhkan untuk industri Jepang, dan setelah itu Tiongkok dengan minyak dan batu baranya yang berlebih-lebihan juga baik sekali sebagai pasar barang industri Jepang karena sangat banyak penduduknya dan pada akhirnya seluruh Asia dikuasai Jepang.   

Sumber:

Beasley,W.G.(2003).Pengalaman Jepang : Sejarah Singkat Jepang.

            Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Fukutake, T.(1981). Masyarakat Jepang Dewasa. Jakarta : PT Gramedia.

Mangandaralam, S.(1986). Mengenal dari dekat Jepang, Negara Matahari Terbit

            Bandung: Remaja Karya .

Sakamoto, T.(1982). Jepang Dulu dan Sekarang.

 Yogjakarta : Gajah Mada University Presss

Soebantardjo.(1962). Sari Sejarah : Asia-Australia. Yogjakarta : Bopkri